Pencak Silat//Milkhatil Arofah
Nama : Milkhatil Arofah
Nim : 20060484041
Kelas : 2020D
Prodi : Ilmu Keolahragaan
PENCAK SILAT
Pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional
yang berasal dari Kepulauan
Nusantara (Indonesia). Seni
bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan,
dan Thailand selatan
sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara (Indonesia). Unsur-unsur
untuk membela diri dengan seni bela
diri, yaitu dengan menggunakan pukulan dan tendangan. Pencak silat merupaka
bela diri yang banyak diminati oleh banyak orang terutama masyarakat Indonesia.
Pencaksilat Indonesia sebagai salah satu modalitas
alat untuk mempertahankan diri dalam mencapai kesejahteraan hidup warga
masyarakat nusantara, dalam praktek kesehariannya berfungsi sebagai alat
pembelaan diri.
Prinsip nilai jati diri ajaran pencak silat yang
merupakan representatif dari masyarakat Pancasila bangsa Indonesia, selalu
konsisten dan relevan unuk beradaptasi pada semua rentangan sejarah perjuangan
bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya.
Sejarah Ikatan
Pencak Silat Indonesia.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.
Tujuan
Berdirinya IPSI.
Pendirian IPSI didasarkan pada 3 tujuan utama
sebagai satu kesatuan, yakni :
(1). Mempersatukan
dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.
(2). Melestarikan, mengembangkan dan
memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.
(3). Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya
sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak.
Lambang Kebesaran IPSI.
1). Kode Etik.
Ada 2 Kode etik manusia
Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya
Pesilat Indonesia.
Yang disebut pesilat
Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat
Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji,
yang naskah lengkapnya sebagai berikut :
“Prasetya Pesilat Indonesia”
1. Kami Pesilat Indonesia adalah warga
negara yang Bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.
2. Kami Pesilat Indonesia adalah warga
negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.
3. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang
yang cinta Bangsa dan Tanah Air
Indonesia.
4. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang
yang menjun-jung tinggi persaudaraan dan
persatuan Bangsa.
5. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang
yang senantiasa mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.
6. Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria
yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.
7. Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria
yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.
Selanjutnya, yang disebut pesilat
Indonesia adalah Ikrar Pesilat Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat
Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji,
yang naskah lengkapnya sebagai berikut :
”Ikar Pesilat”
1. Pesilat adalah pribadi yang berbudi
pekerti luhur.
2. Pesilat adalah manusia yang menghormati
sesamanya serta mencintai persahabatan dan perdamaian.
3. Pesilat adalah manusia yang senantiasa
berpikir dan bertindak positif, kreatif dan dinamis.
4. Pesilat adalah kesatria yang menegakkan
kebenaran, kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi
cobaan dan godaan.
5. Pesilat adalah kesatria yang senantiasa bertanggungjawab
atas kata-kata dan perbuatan-perbuatannya.
Lambang IPSI.
Lambang IPSI disusun
bersama oleh Yanuarno dan Harsoyo. Yanuarno menyusun gambar lambang, sedangkan
Harsoyo merumuskan makna gambar tersebut. Lambang tersebut disahkan oleh Munas
IPSI tahun 1977.
1). Wujud Lambang IPSI.
2). Penjelasan Lambang.
Ada 9 makna lambang IPSI sebagai berikut:
01. Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal
perbuatan;
02. Warna Merah : berarti berani dalam
kebenaran;
03. Warna Hijau : berarti ketenangan dalam
menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu beriman dan
bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;
04. Warna Kuning : berarti bahwa IPSI
mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju
kejayaan nusa dan bangsa;
05. Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa
IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia
Pancasila sejati;
06. Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan
merah :
berarti
kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika,
Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya
IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan
semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara;
07. Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa
IPSI melalui olahraga merupakan ikatan perikemanusiaan antara pelbagai aliran
dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan;
08. Ikatan pita berwarna merah Putih : bahwa
IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang
menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa
dan bertanah air Indonesia; dan
09. Gambar tangan putih di dalam Dasar hijau :
menggambarkan bahwa
IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan
mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan
sehat, kuat dan tegap.
Standarisasi
yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus
olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap
perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek
yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat
meliputi :
1. Jalur pembinaan
seni,
2. Jalur pembinaan
olahraga,
3. Jalur pembinaan bela
diri,
4. Jalur pembinaan
kebatinan.
Sikap
dan Gerak.
Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berke-lanjutan.
Segera
setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba
mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
Teknik.
Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa meng-gunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serang-an.
Teknik umum termasuk
tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan
tulang sendi, dan lain-lain.
Jurus.
Pesilat berlatih dengan
jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan
bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik
lanjutan pencak silat (buah), saat di-lakukan untuk berlatih secara tunggal
atau berpasangan.
Usaha-usaha
untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat pada Pencak Silat
sebagai olahraga umum dibagi dalam intensitasnya menjadi :
a. Olahraga rekreasi,
b. Olahraga prestasi, dan
c. Olahraga missal.




Materi ini sangat membantu saya yang ingin tau Pancak Silat
BalasHapusmenarik
BalasHapusMateri ini sangat membantu sekali. Mantapppp good job👍
BalasHapusSangat midah di pahami
BalasHapusmantap👍
BalasHapusmantap mabk milkintul
BalasHapusDengan adanya blog ini saya dapat mengetahui bahwa pencak silat yang pada umumnya menjadi olahraga beladiri ternyata dapat menjadi olahraga rekreasi
BalasHapus